6 metode dan cara tanam hidroponik

6 Cara dan Metode Membuat Hidroponik Sederhana Untuk Pemula

Diposting pada

Setidaknya terdapat enam teknik dan cara tanam hidroponik yang bisa Anda gunakan dalam berkebun tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya. Keenam teknik tanaman hidroponik ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing yang tentunya anda harus memilih teknik yang sesuai dengan minat Anda.

1. Cara Tanam Hidroponik Wick System atau Sistem Sumbu

wick system sistem sumbu pada hidroponik - 6 Cara dan Metode Membuat Hidroponik Sederhana Untuk Pemula

Sistem wick atau sistem sumbu ini termasuk sistem yang pasif karena nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Wick sistem hidroponik bekerja dengan baik untuk tanaman dan tumbuhan kecil. Namun perlu anda catat bahwa sistem hidroponik ini tidak bekerja dengan baik untuk tanaman yang membutuhkan banyak air.

Hidroponik sistem Wick menjadi teknik budidaya hidroponik yang banyak digunakan oleh pemula. Teknik ini cukup sederhana sebab dapat menggunakan berbagai bahan dan alat sederhana yang mudah di temukan di sekitar anda.

Pada teknik ini sebenarnya sama seperti lampu yang menggunakan sumbu, dimana api akan menyala karena adanya bahan bakar yang naik kepermuakaan sumbu. Begitu pula dengan teknik budidaya menggunakan sistem wick ini.

Terdapat dua lapisan wadah yang digunakan dimana bagian atas berisi media tanam, sedangkan bwadah  bawah berisi nutrisi. Kedua wadah disambungkan dengan sumbu yang nantinya akan membawa nitrisis naik kepermukaan media sebagaimana air yang cocok untuk hidroponik.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Wick

Tanaman hidroponik akan mendapatkan nutrisi dari wadah bagian atas. Teknik ini sangat sederhana dan dapat menjadi cara untuk menanam hidroponik bagi anda sebagai pemula.

Kelebihan sistem inj adalah harganya yang murah dan relatif terjangkau bahkan anda bisa membuatnya dari barang barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi, misalnya pemanfaatan botol bekas untuk media tanam.

Sedangkan kekurangannya, karena teknik ini sederhana, anda diharuskan untuk memeriksa kondisi dan jumlah larutan nutrisi setiap harinya.

Sistem wick sebaiknya digunakan untuk jenis tanaman kecil seperti sayuran kangkung, sawi, bayam dan lainnya. Perlu dicatat bahwa sistem ini tidak mampu bekerja terutama pada tanaman yang membutuhkan banyak air, oleh sebab itu anda harus selektif memilih jenis tanaman yang tepat. Sehingga kemudian anda tidak akan banyak mengalami kendala satat menanam dan juga nantinya dapat berhasil dalam proses penanamannya.

Tips dan Cara Membudidayakan Hidroponik Sderhana dengan Sistem Wick

Adapun cara menanam tanaman dengan menggunakan sistem wick dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Siapkan alat dan bahan beripa 1 buah botol bekal minuman mineral berukuran 1 liter.
  • Alat pemotong dan alat yang bisa melubangi.
  • Sumbu atau bisa juga menggunakan kain flanel.
  • Larutan nutrisi.
  • Langkah pertama adalah potong menjadi dua bagian bekas air mineral.
  •  Gabungkan dua bagian potongan tutup botol dengan cara membalik botol bagian atas.
  • Kemudian gabungkan kedua botol menggunakan sumbu. Pastikan bahwa sumbu dapat mengalirkan larutan nutrisi.
  • Kemudian isikan media yanam pada bagian atas botol, anda bisa menggunakan media arang sekam.
  • Tanamkan bibit tanaman pada media tanam.
  • Kemudian isikan larutan nutrisi kedalam botol bagian bawah.
  • Selalu ganti larutan nutrisi setiap 2-3 hari sekali.

Kunci dari budidaya hidroponik sistem wick adalah jangan sampai membiarkan larutan nutrisi kosong. Selalu ganti dengan rutin dan juga anda tetap.harus melakukan penyiraman.

Karena jumlah air yang dialirkan oleh sumbu jumlahnya akan terbatas dan belum dapat memenuhi kebutuhan air tanaman. Menggunakan sistem hidroponik wick berarti anda haris melakukan pemeliharaan dengan instensif. Sehingga faktor faktor kegagalan dapat anda minimalisir.

2. Ebb & Flow System atau Hidroponik Pasang-Surut

EBB dan Flow system pada hidroponik - 6 Cara dan Metode Membuat Hidroponik Sederhana Untuk Pemula

Sebuah media tanaman ditempatkan di dalam sebuah wadah yang kemudian diisi oleh larutan nutrisi. Kemudian nutrisi dikembalikan ke dalam penampungan, dan begitu seterusnya. Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer. Pastikan Anda menggunakan wadah yang cukup besar dan atur jarak antar tanaman agar pertumbuhan tanaman tidak saling mengganggu.

Nama lain dari sistem ebb & flow system adalah flood and drain system, tapi di negara kita teknik seperti ini lebih dikenal dengan sebutan sistem hidroponik pasang-surut.

Kelebihan Cara Tanam Hidroponik Sistem Ebb & Flow System

Ebb & flow system lebih populer olah para hydroponics rumahan, karena memang mudah diaplikasikan di lahan sempit atau berukuran terbatas. Oleh karena itu, tak heran apabila membuat banyak orang makin penasaran dengan cara menanam hidroponik sistem ebb & flow system ini.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh hidroponik ebb & flow sistem ini adalah tak memerlukan banyak biaya pengeluaran, karena teknik ini bisa diaplikasikan menggunakan dengan bahan apa saja dan bisa disesuaikan hendak ditanam di luar maupun di dalam ruangan. Selain itu, tak ada batasan untuk berkreasi dengan teknik penanaman ebb dan flow sistem ini.

Cara Menanam Hidroponik Sistem Ebb & Flow System

Sesuai namanya, sistem Ebb & Flow system atau sistem pasang surut, sehingga cara penerapannya pun dilakukan dengan mengaliri bagian akar tanaman dengan larutan nutrisi. Adapun pemasangan dan penerapannya dilakukan dengan cara berikut :

  1. Menahan dan menyuplai air dari wadah menuju masing-masing tanaman.
  2. Siapkan sebuah timer yang disematkan pada pompa air.
  3. Larutan nutrisi tersebut akan dipompa menggunakan selang dari reservoir ke bagian atas.
  4. Kemudian larutan nutrisi akan mengalir hingga melebihi kapasitas daya tampungnya, sehingga mampu merendam bagian akar tanaman.
  5. Ketika aliran nutrisi sudah mencapai kapasitas / tinggi maksimal, maka air nutrisi tersebut akan disurutkan kembali ke bagian reservoir.
  6. Dalam sistem ini harus tersedia tabung luap atau overflow yang difungsikan untuk mengatur batas tertinggi air.
  7. Aplikasi suplai larutan nutrisi pasang surut akan terjadi secara terus menerus pada tiap-tiap tanaman.

Perlu anda ketahui bahwa aplikasi hydroponics ebb & flow sistem ini bisa menggunakan alat dan bahan jenis apapun. Namun, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, diantaranya :

  • Wadah reservoir yang digunakan untuk menampung larutan nutrisi
  • Sebuah wadah sebagai penempatan akar tanaman
  • Sebuah pompa air mancur yang bisa diletakkan di dalam air
  • Sebuah timer, untuk turn off dan turn on pompa air
  • Tabung penyalur / beberapa meter selang
  • Tabung pengukur ketinggian air
  • Beberapa media tanam (ember, pipa, botol, tong sampah ataupun benda lainnya)

Cara menanam hydroponics sistem ebb dan flow system ini benar-benar sederhana, mudah serta tidak rumit untuk dilakukan. Terlebih lagi media tanam yang digunakan bisa berupa benda apa saja asalkan bisa menunjang pertumbuhan tanaman.

3. Cara Tanam Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) System

NFT Sistem pada hidroponik - 6 Cara dan Metode Membuat Hidroponik Sederhana Untuk Pemula

Saat ini NFT menjadi salah satu teknik budidaya hydroponics yang paling banyak digunakam baik untuk hidroponik skala rumahan hingga industri. Sistem ini merupakan cara yang paling populer dalam istilah hydroponics. Konsepnya cukup sederhana dengan menempatkan tanaman dalam sebuah wadah atau tabung dimana akarnya dibiarkan menggantung dalam larutan nutrisi.

NFT merupakan teknik hyddroponics yang telah dikembangkan sejak tahun 1960 an . Ialah Dr. A.J. Cooper di Glasshouse  Crops Little Research Institute Litlehampton Inggris. Kemudian mulai dikenal dan dimomersilkan pada tahun 1970 an.

Sistem NFT dapat terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air sehingga tidak memerlukan timer untuk pompanya. NFT cocok diterapkan pada jenis tanaman berdaun seperti selada.

Teknik hydroponics NFT merupakan teknik budidaya dengan menumbuhkan tanaman pada media permukaan air yang berpenopang, dengan pengatuhan sirkulasi air oksigen dan juga pemberian nutrisi yang optimal.

Kelebihan dan Kekurangan Cara Tanam Hidroponik Teknik NFT

Pada era tahun 2000 an teknik NFT ini semakim populer dan dikenal masyarakat secara luas. Meskipun  dari segi pembuatannya anda harus merogoh kocek yang agak dalam hal itu tidak mengurangi kepopuleran teknik ini sebagaimana cara menanam jagung di  gelas palstik .

Kelebihan Teknik Hydroponics NFT

Banyak praktisi yang berpendapat bahwa penggunaan teknik NFT ini dapat dilakukan betkelanjutan atau tidak hanya sekali panen. Metode ini dapat digunakan beberap kali dikarenakan penopang media tanam yang digunakan cukup kuat dan awet serta tahan lama.

  • Secara umum teknik hydroponics menggunakan NFT memiliki beberapa kelebihan diantaranya :
  • Tanaman akan mendapatkan suplai air, oksigen dan nutrisis secara terus menerus.
  • Tak perlu melakukan penyiraman sehingga mempermudah perwatan
  • Lebih menghemat nutrisi dan air.

Kelemahan Sistem Hydroponics NFT

Seperti teknik lainnya, sisten NFT ini memiliki kekurangan dan kelemahan. kelemahan sistem NFT antara lain adalah :

  • Biaya pembuatan yang tergolong mahal.
  • Penularan penyakit akan lebih cepat, jika satu tanaman terkena penyakit maka tanaman yang berada dalam satu talang akan dapat terserang semua, bahkan tidak menutup kemungkinan dalam satu kit juga akan tertular.
  • Sistem hidroponik ini menggunakan listrik sebagai sumber dayanya, sehingga ketika liatrik padam maka alat ini tidak akan bisa bekerja.

Cara Membudidayakan Tanaman Hidroponik dengan Metode NFT

Cara membudidayakan tanaman hidroponik menggunakan metode NFT ini tergolong mudah dilakukan. Adapun cara menanam tanaman dengan sistem NTF dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Siapkan beberapa pipa dan talang, serta pompa.
  • Siapkan juga alat media styrofoam serta wadah atau bak air.
  • Lubangi pipa sesuai dengan jarak tanam, dan sesuaikan dengan jarak tanamnya.
  • Pastikan bahwa jarak tanam ukurannya sama.
  • Susun pipa atau talang yang telah dipersiapkan.
  • Siapkan penampung pada ujung pipa yang berukiran lebih rendah.
  • Jangan lupa pasang pompa untuk mengalirkan air dan nutrisi.
  • Konsep dasar cara ini adalah menanam tanaman pada bagian permukaan media dan bagian akar yang masuk kedalam air.
  • Air akan memeproleh sumber nutrisi dan juga air. .

Perlu anda perhatikan disini bahwa tidak semua tanaman bisa dibudidayakan menggunakan sistem atau metode NFT. Jenis tanaman yang biasa ditanam pada sistem ini, ialah tanaman sayuran hijau seperti kangkung dan bayam.

4. Aeroponic System arau Sistem Aeroponik

aeroponic system pada hidroponik - 6 Cara dan Metode Membuat Hidroponik Sederhana Untuk Pemula

Kecanggihan cara tanam hidroponik pada sistem ini memungkinkan Anda memperoleh hasil yang baik dan tercepat dibandingkan sistem tanaman hidroponik lainnya. Hal ini disebabkan oleh larutan nutrisi yang diberikan berbentuk kabut langsung masuk ke akar, sehingga tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang banyak mengandung oksigen.

Aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam di udara tanpa mengunakan tanah. Di dalam aeroponik, tanaman tidak diberi media untuk tumbuhnya akar, melainkan dibiarkan terbuka dan menggantung pada suatu tempat yang telah dijaga kelembabannya.

Sistem aeroponik ini memerlukan air yang sudah berisi larutan hara yang nantinya akan disemburkan ke akar tanaman dalam bentuk kabut. Selanjutnya, akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut.

3 Jenis Cara Tanam Hidroponik Sistem Aeroponik

Secara umum ada tiga jenis sistem Aeroponik dari yang sederhana hingga yang “advance”. Adapun ketiga jenis sistem aeroponik ini antara lain :

  1. Sistem aeroponik tekanan rendah => Sistem yang cukup sangat mudah untuk dipraktekkan, tetapi tentu saja karena sederhana konsekuensinya tidak terlalu efektif. Teknik ini menggunakan air nutrisi yang disemprotkan dengan pompa kecil / jet untuk memberikan nutrisi ke tanaman.
  2. Sistem aeroponik tekanan tinggi => Menggunakan pompa tekanan tinggi yang menyemprotkan larutan yang kaya nutrisi ke akar.
  3. Sistem aeroponik komersial => Selain menggunakan pompa tekanan tinggi, juga menggunakan sistem yang lebih kompleks dari matriks biologis. Perangkat yang ada umumnya terdiri dari pompa bertekanan teknologi, sistem anti-penyakit, alat pemanas dan pendingin, lampu untuk cahaya buatan, dan proses yang otomatis serta berjalan terus menerus.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Aeroponik

Jika anda tertarik menggunakan sistem aeroponik ini, sebaiknya anda simak beberapa kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan sistem Aeroponik

  • Tanaman mendapat suplai air, oksigen, dan nutrisi secara terus menerus
  • Lebih menghemat air dan nutrisi
  • Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman
  • Nutrisi lebih mudah diserap tanaman karena diberikan dalam ukuran kecil

Kekurangan sistem Aeroponik

  • Biaya pembuatan cukup mahal
  • Sistem hidroponik ini sangat tergantung pada listrik karena jika tidak ada listrik, maka sistem ini tidak bisa bekerja.

Cara Kerja Sistem Aeroponik dan Memulainya

Penyemprotan atau pengkabutan biasanya dilakukan setiap beberapa menit. Timer digunakan untuk mengontrol pompa penyemprot, tetapi pada sistem budidaya tanaman hidroponik aeroponic ini membutuhkan timer yang dapat mengatur siklus lebih pendek yang dapat mengatur pompa untuk hidup beberapa detik setiap beberapa menit yang berurutan (kontinyu).

Wawasan yang Anda Butuhkan untuk Metode Aeroponik

  1. Untuk memulai budi daya dengan sistem aeroponik, ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu. Beberapa di antaranya adalah menyiapkan alat-alat seperti jaringan irigasi sprinkler, jet pump, nozzle sprinkle, PVC, rockwool, styrofoam, larutan nutrisi dan benih tanaman.
  2. Langkah selanjutnya, sebelum dilakukan penanaman, benih terlebih dahulu disemai di rockwool yang disusun pada tray pembibitan. Sebelum disemai, benih direndam pada air untuk memacu perkecambahan. Rockwool diberi lubang, setiap lubang ditanami satu benih agar pertumbuhannya baik, kemudian benih disimpan di ruangan gelap agar cepat berkecambah. Setelah tumbuh minimal dua helai daun, bibit pada rockwool dipindah tanamkan pada styrofoam yang telah dilubangi dengan posisi akar menggantung.
  3. Akar tanaman ini nantinya akan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah styrofoam terdapat sprinkler (alat pengabut) yang akan memancarkan kabut larutan nutrisi ke atas hingga mengenai akar. Sprinkler ini berfungsi untuk menciptakan uap air di sekeliling tanaman dan juga untuk memberikan lapisan air pada akar, sehingga suhu sekitar daun akan menurun dan evapotranspirasi akan berkurang.
  4. Pengabutan dapat diatur secara intermittend, nyala-mati (on-off) bergantian menggunakan timer, asal lama mati (off) tidak lebih dari 15 menit karena dikhawatirkan tanaman akan layu. Bila pompa dimatikan, butiran larutan yang melekat pada akar bisa bertahan selama 15-20 menit. Pengabutan dapat diberikan pada siang hari saja, namun cara ini kurang dianjurkan karena kesempatan pemberian nutrisi pada tanaman akan menyusut.

Perhatikan Pada Proses Respirasi Tanaman

Salah satu kunci keunggulan budidaya aeroponik ialah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar. Selama perjalanan dari lubang sprinkler hingga sampai ke akar, butiran akan menambat oksigen dari udara hingga kadar oksigen terlarut dalam butiran meningkat.

Dengan demikian proses respirasi pada akar dapat berlangsung lancar dan menghasilkan banyak energi. Selain itu dengan pengelolaan yang terampil, produksi dengan sistem aeroponik dapat memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas tanaman hydroponic.

Penggunaan sprinkler ini dapat menjamin ketepatan waktu penyiraman, jumlah air dan keseragaman distribusi air di permukaan tanah secara terus-menerus selama produksi tanaman. Selain itu, sistem ini sangat cocok untuk digunakan pada tanaman yang memiliki masa panen sekitar satu bulan setelah pindah tanam, seperti selada, kangkung dan bayam.

5. Cara Tanam Hidroponik Drip System atau Sistem Irigasi Tetes

Drip system pada hydroponik - 6 Cara dan Metode Membuat Hidroponik Sederhana Untuk Pemula

Sistem tetes (drip system) disebut juga sistem irigasi tetes merupakan cara yang cukup populer digunakan dalam berkebun tanaman hidroponik. Sistem ini menggunakan timer mengontrol pompa, sehingga pada saat pompa dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman. Dalam sistem hydroponics irigasi tetes, nutrisi dialiri setetes-tetes ke akar tanaman dengan bantuan pengatur waktu supaya tanaman dapat disirami sesuai dengan frekuensi penyiraman yang cocok bagi tanaman tersebut.

Prinsip Kerja Cara Tanam Hidroponik Sistem Tetes untuk Tanaman

Sistem tetes ini menganut prinsip kerja yang sederhana, tidak membutuhkan banyak perlengkapan, serbaguna dan efektif. Banyak variasi sistem tetes yang dapat kita rancang dan bangun, semuanya tergantung dari imajinasi serta daya kreativitas kita. Prinsip kerja sistem ini sama seperti namanya, yaitu dengan meneteskan larutan nutrisi pada akar tanaman agar tetap lembab dan basah.

Sistem ini dapat dirancang dalam berbagai bentuk dan cara, sesuai kebutuhan dan lahan, dari skala kecil hingga besar. Sistem ini lebih efektif untuk tanaman yang agak besar, yang membutuhkan ruang lebih untuk pertumbuhan akar. Hal ini disebabkan karena kita tidak membutuhkan banyak air untuk pengairan, dan pipa atau selang tetes mudah ditarik secara memanjang.

Selain itu juga dibutuhkan lebih banyak media tanam pendukung untuk tanaman besar. Semakin banyak mrdia pendukung, semakin banyak air yang dapat diserap dan disimpan. Tanaman besar biasanya lebih tahan terhadap stress, tidak rewel atau sensitif terhadap keterlambatan waktu pengairan.

2 Jenis Sistem Tetes untuk tanaman hydroponic

Terdapat dua jenis sistem irigasi tetes yang umum digunakan untuk tanaman hidroponik. Akan tetapi meskipun berbeda keduanya memiliki persamaan yaitu secara terus menerus meneteskan air dan nutrisi ke tanaman.

1. Sistem Tetes Putar (sirkulasi)

Sistem ini lebih umum dan banyak diterapkan untuk perumahan / hobbyist. Prinsip kerjanya cukup sederhana; air yang telah dicampur nutrisi di dalam tandon dipompa dan dialirkan  untuk membasahi media tanam serta akar tanaman, turun ke wadah dan ditampung untuk dikembalikan ke dalam tandon. Disini dapat kita lihat sirkulasi air nutrisi, dipakai berulang-ulang, dipompa dari tandon, membasahi tanaman, ditampung dan kembali ke tandon.

Penggunaan metode sirkulasi ini dapat mengubah tingkat keasaman (pH) air serta perubahan kekuatan larutan nutrisi di dalamnya karena pemakaian yang berulang-ulang. Untuk itu dibutuhkan pengecekan rutin untuk menyeimbangkan kembali tingkat pH air serta kekuatan larutan nutrisi di dalamnya dengan menambah / mengurangi air maupun larutan nutrisi.

2. Sistem Tetes Habis (non-sirkulasi)

Sistem tanaman hidroponik ini lebih umum dipakai untuk tujuan komersial dan prinsip kerjanya juga sedikit berbeda. Air nutrisi yang dialirkan tidak didaur ulang, melainkan langsung dibuang apabila ada kelebihan. Meskipun kedengarannya agak boros namun pada kenyataanya kelebihan yang dibuang juga tidak banyak. Hal ini bisa tercapai karena penggunaan pengatur waktu (cycle timers) dimana tetesan air dapat diatur sampai ke detik bila diperlukan.

Sistem pengairan dilakukan dengan meneteskan larutan nutrisi selama waktu yang dibutuhkan, cukup untuk membasahi media tanam, diserap dan disimpan untuk nantinya dapat diakses oleh akar tanaman sehingga hampir tidak ada yang terbuang.

Dari waktu ke waktu, media tanam yang dipakai akan dibilas dengan air bersih untuk membersihkan endapan nutrisi yang terjadi. Perawatan yang dibutuhkan untuk sistem ini lebih sedikit dibanding dengan sistem sirkulasi karena nutrisi yang dipakai tidak didaur ulang ke dalam tandon, melainkan langsung dibuang atau habis. Jadi kita tidak perlu lagi untuk melakukan check rutin tingkat pH serta jumlah nutrisi dalam tandon. Perlu dicatat air larutan nutrisi di dalam tandon harus selalu diaduk agar tidak terjadi endapan mineral.

Kelebihan dan Kekurngan Sistem Irigasi Tetes Hidroponik adalah :

Seperti halnya metode atau sistem tanaman hidroponik lainnya, drip sistem atau sistem tetes ini juga meiliki kelebihan dan kekurangan. Jika anda tertarik membudidayakan tanaman hidroponik dengan sistem tetes maka bisa pelajari dan simak beberapa kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Sistem Tetes pada Tanaman Hydroponic adalah :

  • Masalah akar kurang mendapat cairan nutrisi dapat dihindari, karena cairan nutrisi langsung diteteskan ke akar tanaman.
  • Akar mendapat oksigen yang memadai, karena akar tanaman tidak pernah sampai terendam dalam air. Cairan nutrisi tetes melewati akar membawa oksigen segar bersamanya.
  • Biaya konstruksi irigasi sistem yang murah. Tidak dibutuhkan tempat penampungan cairan nutrisi yang besar dan tidak dibutuhkan valves atau keran.
  • Sistem irigasi tetes sangat sederhana dan komponennya juga sedikit, sehingga kemungkinan gagalnya kecil.
  • Cairan nutrisi ditetes langsung ke setiap akar tanaman.
  • Menghemat listrik. Cairan nutrisi dapat dipompa ke penampungan cairan yang diletakkan ditempat yang agak tinggi dan cairan turun tetes karena grafitasi bumi. Pompa tidak perlu jalan 24 jam.

Kelemahan sistem hydroponics irigasi tetes

  • Terkadang pada media tanam yang licin permukaannya seperti kerikil atau yang tidak begitu menyerap air, cairan nutrisi tetes dan langsung mengalir kebawah melalui sebagian akar saja, sehingga akar-akar yang lain tidak mendapatkan cairan nutrisi yang memadai.
  • kadang-kadang selang tetesnya tersumbat karena adanya kotoran pada cairan nutrisi. disarankan pakai filters sebelum cairan nutrisi dialiri melalui selang ke seluruh tanaman.
  • Kesalahan manusia. Kadang karyawan mencabut selang tetes dan lupa menaruh kembali, mengakibatkan tanaman tidak teraliri cairan nutrisi.
  • Selang tetes tidak tertanam kedalam akar dengan benar, sehingga cairan nutrisi membasahi permukaan media tanam, hal ini menyebabkan tumbuhnya lumut yang subur pada permukaan tanaman dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

6. Water Culture System atau Floating Hydroponic Sistem (FHS)

Drip system pada hydroponik - 6 Cara dan Metode Membuat Hidroponik Sederhana Untuk Pemula

Floating Hydroponic Sistem (FHS) merupakan sistem hidroponik sederhana yang dikembangkan pertama kali oleh Jensen (1980) di arizona dan Massantini (1976) di Italia. Sistem Floating atau terapung ini, menempatkan tanaman di rakit dan mengapung yang mengandung nutrisi hidroponik. Dengan sistem hydroponics ini, akar tanaman terendam dalam air dan udara diberikan kepada akar tanaman melalui pompa akuarium dan diffuser udara. Semakin gelembung yang lebih baik, tanaman akar akan tumbuh dengan cepat untuk mengambil air nutrisi.

Cara budidaya tanaman dengan sistem hydroponic Water Culture

Water Culture atau floating system terapung ini merupakan sistem tanaman hydroponic yang cukup sederhana. Bahan-bahannya mudah dicari di toserba dan bahkan bisa menggunakan barang bekas yang terdapat dirumah Anda. Wadah yang digunakan untuk menyangga tanaman hidroponik adalah (yang diletakan didalam netpot) pada umumnya terbuat dari Styrofoam atau bahan lain yang bisa mengapung diatas air.

Air tempat mengapungnya tanaman hydroponic bukan air biasa, namun mengandung nutrisi yang cukup. Dibutuhkan pompa udara untuk memompa udara ke dalam larutan air dan nutrisi serta air stone yang dapat membuat gelembung-gelembung sebagai suply oksigen ke akar-akar tanaman (Aerator / water pump).

  • Tanaman hydroponic diletakan pada netpot kemudian diletakan didalam Styrofoam atau tanaman bisa langsung ditancapkan pada lubang dalam styrofoam dengan bantuan busa atau media lain agar tanaman tetap tegak.
  • Jika dibutuhkan, dapat ditambahkan penyangga tanaman dengan tali, benang atau lainnya yang penting tidak merusak tanaman.
  • Styrofoam dapat dilapisi dengan plastik mulsa agar tahan lama.
  • Bak penampung biasanya mempunyai kedalaman antara 10 – 20 cm dengan kedalaman larutan nutrisi antara 6 – 10 cm agar oksigen dalam udara masih terdapat di bawah permukaan Styrofoam

Alat-alat yang dibutuhkan untuk memulai budidaya tanaman hydroponic dengan menggunakan metode hidroponik sederhana ini antara lain :

  • Styrofoam
  • Busa atau media lain yang dapat digunakan untuk menegakkan tanaman
  • Netpot
  • Tali / benang jika diperlukan
  • Wadah air (baki, atau kolam buatan dari plastik)

Kelebihan dan kekurangan Cara Tanam Hidroponik Water Culture System

Tidak ada sirkulasi larutan air dan nutrisi pada sistem ini, larutan air dan nutrisi hanya dibiarkan berada pada bak penampung atau kolam, dan diperlukan pengontrolan kepekatan larutan dalam jangka waktu tertentu jika tidak menggunakan aerator/water pump  (Bak penampungan digoyang 2 kali setiap satu minggu). Kontrol ini perlu dilakukan karena dalam jangka waktu yang cukup lama akan terjadi pengkristalan dan pegendapan larutan nutrisi (pupuk cair) dalam dasar kolam yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hydroponic.

Sistem tanaman hidroponik ini dapat digunakan untuk daerah dengan sumber energi listrik yang terbatas karena energi listrik yang dibutuhkan tidak terlalu besar, karena hanya dibutuhkan untuk menghidupkan aerator/water pump.

Kelebihan Water Culture System bagi tanaman hydroponic

  • Tanaman hydroponic mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus
  • Lebih menghemat air dan nutrisi
  • Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman
  • Biaya pembuatan cukup murah

Kekurangan Water Culture Sistem terhadap tanaman hydroponic

  • Oksigen akan susah didapatkan tanaman hydroponic tanpa bantuan alat (aerator, airstone)
  • Akar tanaman lebih rentan terhadap pembusukan

Ke-enam cara tanam hidroponik yang dijelaskan pada tulisan ini bisa diterapkan ke berbagai jenis tanaman hidroponik. Anda bisa memilih dan menerapkan salah satu cara dan metode diatas sesuai dengan kemampuan dan minat agar tanaman hidroponik yang anda budidayakan tumbuh dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *